July 15, 2020

"Cemburu Ya?" – Manajer Manchester City Pep Guardiola Serang Balik Javier Tebas Soal Putusan CAS

Pep Guardiola mengecam presiden La Liga Spanyol Javier Tebas atas komentarnya mengenai putusan banding Manchester City di Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga [CAS]. Sang pelatih mengatakan, Tebas “pasti sangat cemburu” mengenai hal ini.

City sempat mendapat hukuman larangan tampil di Liga Champions selama dua musim dan denda €30 juta oleh UEFA pada Februari silam setelah melanggar aturan Financial Fair Play.

The Citizens menyampaikan niatan mereka untuk menantang putusan tersebut dan klub telah berada di posisi harap-harap cemas selama penangguhan hukuman dalam lima bulan terakhir, dengan kasus ini menggantung sepanjang kampanye musim 2019/20.

Senin lalu, CAS pada akhirnya memutuskan bahwa hukuman City telah dibatalkan dan mengurangi denda keuangan klub menjadi €10 juta, yang lantas memicu perdebatan sengit mengenai kondisi peraturan FFP saat ini.

Tebas berada di antara orang-orang yang mengkritik terkait keputusan tersebut. Dia mengatakan kepada reporter di awal pekan ini: “Kami harus menilai kembali apakah CAS adalah badan yang tepat untuk mengajukan banding atas keputusan institusional dalam sepakbola,” urai Tebas.

Tak perlu waktu lama, Guardiola langsung merespons komentar petinggi La Liga itu dalam konferensi pers jelang laga kontra Bournemouth Rabu ini. Eks pelatih Barcelona itu menegaskan, mereka yang bekerja di Etihad Stadium mendapatkan penilaian secara tidak adil dibanding dengan ofisial di klub-klub top lain.

“Orang ini [Tebas] pasti sangat cemburu. Dia adalah ahli hukum yang sangat luar biasa. Lain kali, kita akan bertanya pada mereka, pengadilan mana yang harus menilai kita,” tukas sang manajer.

“Kami akan berada di Liga Champions musim depan, Tuan Tebas. Apa yang kami dapat, memang karena kami pantas mendapatkannya,” tegasnya.

Guardiola, dalam kesempatan ini, juga membantah bahwa kesuksesan City dalam beberapa tahun terakhir karena kekuatan finansial mereka. Baginya, tim asuhannya layak diapresiasi tinggi karena kerja keras dan segalanya dilakukan dengan “cara yang tepat”.

“Kami pantas berada di sini, kami pantas menjadi tim yang lebih tangguh. Kami punya orang-orang yang bekerja di klub ini untuk membuat fans kami bangga dan kami tidak perlu meminta izin untuk berada di sana,” tutur pria Catalan itu.

“Ketika kami kalah, saya menjabat tangan mereka dan memberikan mereka selamat. Sepanjang waktu, kami melakukan itu. Guys, terimalah itu, kami ingin berada di sini dan kami berusaha di lapangan,” sambungnya.

“Jika kalian tidak setuju, ketuklah pintu dan bicara pada petinggi klub kami dan chief executive, jangan berbisik. Kami telah menginvestasikan banyak uang, tapi kami melakukannya dengan cara-cara yang tepat,” jelasnya.

“Kami tidak dihukum. Kami mengikuti berbagai aturan FFP seperti yang mereka tetapkan. Jika tidak, tentu kami dihukum. Kami menjalankannya dengan cara yang benar. UEFA mengatakan, kami melakukannya dan kami berhasil,” tandasnya.